Penipuan di Internet
Bukan hanya toko online yang bisa melakuan penipuan, saat ini marak akun jejaring sosial palsu yang gentayangan melancarkan aksi penipuan dengan lebih dari 1000 cara dan tujuan
Suatu ketika Saya berkesempatan melakukan diskusi dengan salah seorang petugas Interpol tentang email yang berisi penipuan. Modus yang digunakan ternyata cukup modern karena memanfaatkan Teknologi komunikasi. Bukan hanya email, namun sudah mencakup semua media komunikasi yang ada di Indonesia. Ia menceritakan bagaimana dirinya memimpin tim untuk melakukan penggerebekan disalah satu Ruko (rumah toko) yang dijadikan "kantor virtual" tempat para penipu online beraksi.
Didalam suatu ruangan ada 5 orang, 3 pria dan 2 wanita yang berasal dari Nigeria tertangkap basah tengah melakukan spam lewat email dan jejaring sosial juga ada yang sedang melakukan percakapan lewat Telpon menggunakan bahasa Inggris. "Mereka sudah terlatih, menggunakan bahasa Inggris dengan lancar dan memiliki kemampuan psikologi untuk menekan lawan bicara mereka", kata petugas Interpol tersebut.
Lanjutnya lagi, "Jadi ada dua orang yang bertugas melakukan spam lewat email atau jejaring sosial, dan tiga orang sisanya stanby di telpon genggam dan pesawat telpon. Ketika ada orang yang menghubungi baik lewat email, chat, sms atau telpon, mereka segera memberikan konfirmasi menyuruh menghubungi ke nomor lain yang ternyata berada dimeja samping mereka untuk melanjutkan pembicaraan dengan rekan mereka yang seolah-olah berada ditempat yang berbeda". Dan memang saat ini email-email tersebut sudah banyak bertebaran di Internet dengan berbagai gaya dan bahasa. Di jejaring sosial seperti facebook, sering kita dapati akun profil yang menunjukkan bahwa dirinya adalah anggota tentara Amerika atau veteran. Yang akhirnya berujung pada penipuan dengan korban atau targetnya adalah wanita. Mereka umumnya pura-pura mencari pacar di Indonesia lewat facebook lalu mulai melancarkan aksinya.
"Penipu online saat ini marak di Indonesia, para korban pun enggan melapor karena kadang merasa malu apalagi korban adalah orang terkenal baik artis dan pejabat negara". tambah petugas Interpol itu. "Ada pula yang menjadi target selain para penipu juga bagi para bandar narkoba dalam merekrut kurir barang haram mereka, modusnya sama yaitu mencari teman bahkan teman hidup lewat jejaring sosial, lalu diajak bertemu dan ditawarkan jalan-jalan GRATIS ke luar daerah bahkan keluar negeri, ternyata ditas mereka dititipkan Narkoba yang disembunyikan secara rapih dalam koper. ransel atau bagasi mereka".
Saran bagi teman-teman untuk lebih berhati-hati dalam menerima pertemanan dijejaring sosial atau merespon email-email yang berbau "GRATIS".
