Ketika Bacot-Mu Lebih Besar Dari Aksimu, Sebaiknya Anda ke Salon

Judul diatas memang cocok dialamatkan bagi para pria alayers di social media. Bencana di Manado tanggal 15 Januari lalu membuat status akun pengguna sosial media dari Manado sendiri menjadi ramai. Dari mengumbar kalimat-kalimat yang berujung #PrayforManado sampai pada mengunggah foto-foto aksi mereka dilokasi bencana.


Hal ini cukup mengherankan bagi Saya yang tinggal di Manado. Kenapa? logikanya pada waktu bencana terjadi mereka tentu malah sibuk membuat foto atau memasang status di akun sosial media mereka padahal waktu itu situasi sedang darurat bencana. Ada pula kejadian dimana sebelum memberi bantuan mereka mendokumentasi-kan moment tersebut lalu mengunggah ke akun sosial media sendiri. Mungkin menjadi kebanggaan bagi mereka, ketika melihat notifikasi di akun sosial media banjir dengan ucapan keprihatinan, selagi banjir menimpa Kota mereka sendiri.



Beruntung bagiku yang tinggal didataran tinggi Kota Manado. Disaat banjir surut Aku langsung ke lokasi dan melihat situasi Kota (Jalan Samrat - Wanea) yang porak poranda, lalu mencoba mengajak beberapa teman untuk mengumpulkan bantuan. Saat itu kondisi jaringan internet dan telpon putus, aku berpikir untuk mencoba mengecek situs bmkg terbaru dan ketika mengecek jaringan internet Aku mencoba login ke akun sosial media karena server mereka yang stabil. Aneh, yang kusaksikan malah banyak foto dan notifikasi prihatin yang diucapkan oleh warga Manado sendiri, yang tinggal di Manado. Foto yang dipajang pun mirip poster super hero yang sedang tayang dibioskop.



Bagiku, bencana Manado adalah luka dan duka bersama sebagai warga Kota Manado. Ketika turun ke lokasi bencana sore hari saat banjir telah surut, Aku melihat sorot mata manusia dengan pandangan kosong akibat telah kehilangan tempat tinggal karena rumah mereka hanyut dibawa air, kehilangan harapan, dan pasrah kepada Tuhan. Pemandangan yang sangat tidak biasa Aku lihat, dimana Kota tercinta ini kehilangan semangatnya. Gengsi dan keangkuhan pun telah pudar diterjang banjir.



Maaf bila judul diatas kurang berkenan, mar ini bentuk kekecewaan karena kita da lia sendiri dorang pasang status dan foto yang nda etis dikala kita pe Kota sementara manangis waktu aer baru surut..



Postingan populer dari blog ini

Penipuan di Internet

Tentang Iron Dome Israel

Jokowi, Open Source Bagi Negeri